Load more

Trump Picu Bangkitnya Sekte Rasis dan Kejam Ku Klux Klan

Shares ShareTweet
Para anggota kelompok Ku Klux Klan  (KKK) menyiksa dan mengeksekusi seorang warga kulit hitam Amerika Serikat. Selama beradab-abad KKK menjadi sekte dan organisasi teror bagi warga kulit hitam dan kaum imigran di Amerika. (Foto: Gettyimage)
"Meski saat ini Klan masih terlibat dalam aksi kejahatan, mereka tidak sekejam tahun 60an, tidak berarti kelompok ini tidak berbahaya dan tidak terlibat dalam kekerasan politik," 
Saat ini mungkin masyarakat dunia menjadikan ISIS sebagai simbol kekejaman dan teror, hal ini terjadi karena peran media massa internasional yang menciptakan sebuah framing terhadap ISIS. Namun, sejarah membuktikan bahwa banyak kelompok atau sekte kejam yang pernah hadir di muka bumi, salah satunya adalah sekte Ku Klux Klan (KKK).

Ku Klux Klan atau biasanya disederhanakan dengan "The Klan" adalah kelompok pergerakan Kristen Ekstrim di USA bagian Selatan. Kelompok ini lahir di pertengahan abad ke-19, tepatnya di tahun 1865 di Tennessee, saat perang sipil berlangsung. 

Organisasi ini dibentuk oleh enam orang veteran tentara yang pernah berperang melawan orang kulit hitam atau Indian yang sebenarnya asli Amerika. Nathan Bedford Forrest dari pihak tentara Konfederasi States diduga sebagai pemimpin pertama The Klan's.

Tentara Konfederasi States adalah pihak yang mensupremasikan Kristen Kulit Putih sehingga merongrong hak-hak warga sipil kulit hitam dan keturunan Asia minoritas. 

Semula kelompok ini hanya sekumpulan pemabuk yang rutin menebar hura-hura. Setiap anggota komplotan ini memiliki sebutan nama-nama aneh, seperti Grand Cyclops, Grand Magi, Grand Turk dan Grand Scribe. 

Komplotan ini memilih kata Kuklos dari bahasa yunani yang berarti lingkaran. Secara kebahasaan, kata ini sakral. Tapi mereka mempermainkan kata tersebut hingga menjadi Ku Klux Klan. Nama Ku Klux Klan akhirnya terdengar paling menakutkan di seluruh pelosok Amerika Serikat.

Kelompok ini berkeyakinan bahwa ras kulit putih adalah ras yang terbaik. Mereka mendirikan organisasi tersebut dengan maksud untuk berjuang memberantas kaum kulit hitam dan minoritas di AS seperti Yahudi, Asia, dan Katolik Roma.

Kelompok ini ingin Amerika hanya ada orang kulit putih saja. Orang kulit hitam atau penduduk asli dianggap mengganggu dan tidak pantas hidup dengan kedudukan apapun. Bahkan, kelompok ini juga menyerang warga kulit putih yang dianggap sebagai pelindung kulit hitam.
Perang antara komplotan KKK menghadapi warga kulit hitam saat perang sipil Amerika Serikat. (Foto: AP)
Kekerasan yang dilakukan Ku Klux Klan bermula dari dendam kesumat ras kulit putih di Negara-negara bagian wilayah selatan Amerika Serikat dan kaum Kofederasi terhadap ras Kulit hitam pasca perang sipil.

Saat itu, orang-orang kulit hitam dibantai orang-orang kulit putih anggota Ku Klux Klan. Pemicunya adalah kemenangan kulit hitam yang membebaskan mereka dari jerat perbudakan.

Pada masa kejayaannya kala itu, Ku Klux Klan berhasil merebut lebih dari 3.000 anggota. Terlebih dengan Presiden Andrew Johnson menutup mata akan kehadiran kelompok peneror sipil ini.

Ku Klux Klan punya kebiasaan berkendara pada malam hari. Mereka menyembunyikan identitas diri di balik jubah putih dan menciptakan keributan di jalan Pulaski (Tennessee).

Di kegelapan itulah mereka salurkan hobi membakar rumah-rumah warga kulit hitam. Mereka tebar teror kekerasan kepada orang-orang kulit hitam yang mereka anggap “tak tahu diri”.

Pada musin panas 1868, sejumlah mutilasi, pembunuhan massal, hukuman mati merajalela di wilayah selatan. Kondisi politik memburuk menciptakan situasi anarkis dan tanpa hukum. Ketika itu komplotan Ku Klux Klan saling bertarung satu sama lain. 

Kongres Amerika turun tangan dalam penyelesaian kasus Ku Klux Klan. Akhirnya, pada bulan januari 1869, Forrest membubarkan Ku Klux Klan. 

Dia hendak cuci tangan setelah terlibat dengan komplotan ini. Tapi pembubaran ini tak menghentikan kekerasan dan teror yang dilakukan komplotan Ku Klux Klan. 

Kekerasan terhadap warga sipil tak berkurang, meski para anggota legislatif negara-negara wilayah bagian selatan telah menetapkan undang-undang keras dan ketat untuk menghadapi komplotan Ku Klux Klan.
Para anggota KKK menyiksa dan membunuh warga kulit hitam yang berhasil mereka tangkap. (Foto: Gettyimage)
Tahun 1871, kongres Amerika dengan tegas melarang organisasi Ku Klux Klan. Presiden setelah Andrew Johnson, yaitu Ulysses S. Grant menetapkan undang-undang kepolisian bagi Negara-negara bagian di wilayah selatan Amerika Serikat yang menyebabkan anggota Ku Klux Klan banyak tertangkap.

Meski banyak yang tertangkap dan nyata berbuat kejahatan, tapi sangat sedikit yang dipenjara. Ku Klux Klan tak henti menciptakan bencana dengan menghilangkan para pemilih kulit hitam dari tempat-tempat pemungutan suara. 

Akhirnya partai Demokrat di Negara-negara wilayah bagian selatan Amerika berhasil memenangkann pemilu dan kemudian menyisihkan warga kulit hitam dengan cara paling halus, yaitu menjalankan politik “Separate but Equal” (Terpisah tapi setara). Politik ini membius Amerika hingga 80 tahun lamanya.

Bangkitnya Ku Klux Klan Moderen

KKK menjadi sebuah sekte resmi setelah direformasi oleh seorang pria bernama William Joseph Simmons. Pria ini menjadikan anti-imigran dan anti-katolik menjadi dasar dari klan. Meskipun pergerakan ini sempat redam dan senyap diakhir abad 19, namun mereka sempat beberapa kali bangkit kembali. Diantaranya di tahun 1920-an. 

Dekade 1920-an dikenal dengan The Second KKK, mereka memiliki jargon "One Hundred Percent Americanism" dan meminta pemurnian politik di USA dengan jalan pengenyahan kaum Katolik, Yahudi, imigran Asia, dan warga keturunan Italia dalam parlemen ataupun eksekutif.

Ku Klux Klan masa itu mendulang emas. Dalam setahun, anggota Ku Klux Klan mencapai 100 ribu orang. Biaya pendaftaran untuk menjadi anggota sebesar $10 dan cukup menjadikan komplotan ini kaya raya. Komplotan ini di seluruh Amerika Serikat menciptakan chaos massal, keonaran baru, mutilasi baru dan pembunuhan.

Tapi, kekayaan baru menjadikan para petinggi Ku Klux Klan berebut kuasa. Mereka banyak terlibat skandal hingga masalah mereka pun di ekspos di New York World dan berbuntut diadakannya penyelidikan kongres. Penyorotan negatif terhadap Ku Klux Klan ini justru menjadi sarana publikasi gratis bagi komplotan tersebut. 

Setelah diulas tuntas, jumlah anggota Ku Klux Klan membengkak hingga mencapai 4 juta orang dalam kurun empat tahun berikutnya. Ku Klux Klan juga berhasil memposisikan para anggotanya ke jabatan politik.
Warga kulit hitam yang menjadi korban kekejaman komplotan KKK. (Foto: brain-magazine.fr)
Mereka juga memiliki kekuatan politik yang signifikan, memindahkan kantor mereka ke Washington D.C. pada pertengahan 1920-an dan dilaporkan memainkan peran besar dalam pemilihan beberapa anggota kongres dan senator di Amerika Serikat.

KKK meletakkan orang penting di dalam pemerintahan. Mereka memengaruhi kebijakan-kebijakan yang diambil untuk lebih memudahkan mereka dalam menguasai Amerika. Mereka ingin semua orang tunduk pada kelompok yang memiliki anggota lebih dari satu juga orang ini

Anggota Ku Klux Klan dari Texas, Earl Mayfield berhasil menjadi senator pada tahun 1922. Pengaruh Ku Klux Klan berperan menentukan gubernur-gubenur Georgia, Alabama, California, dan Oregon.

Klan ini tumbuh dan terus berkembang dari satu generasi ke generasi. Mereka terus merekrut anggota diam-diam dan melakukan aksi-aksi mengerikan agar memiliki kesempatan untuk menguasai banyak sektor penting.

Sama seperti pendahulunya, kelompok ini kerap melakukan aksi-aksi kriminal yang sangat mengerikan. Mereka pernah melakukan pembunuhan-pembunuhan kepada tokoh kulit hitam yang dianggap menghalangi mereka. Kelompok ini akan memburu siapa saja dan membunuh mereka, agar jalan untuk menguasai Amerika jadi lebih cepat.

Pada tahun 1920 kerusuhan berbau ras terjadi di Oklahoma hingga menyebabkan banyak warga kulit hitam yang menjadi pengusaha tewas. Selanjutnya mereka juga menculik wanita untuk dibunuh setelah sebelumnya diperlakukan dengan tidak senonoh. 

Terakhir, mereka juga melakukan pembunuhan massal di Greenboro. Kekejaman Ku Klux Klan dapat disaksikan dari film dokumenter Mississippi Burning.

Meski mendapat perlawanan dari orang-orang kulit hitam, Ku Klux Klan tak berhenti menumpahkan darah para mantan budak itu. Inilah yang menstimulir munculnya komplotan kulit putih di berbagai Negara-negara bagian. Dengan cepat, pengaruh Ku Klux Klan menyebar hingga ke luar wilayah Tennessee.
Rakyat kulit hitam Amerika berunjuk rasa menolak keberadaan komplotan KKK.
Mereka menggunakan topi kerucut yang sekaligus menjadi topeng menyeramkan. Mereka juga mengadakan upacara “pembaptisan” bagi anggota baru dengan ritual plonco dan pengucapan sumpah setia.

Menjelang akhir tahun 1930-an populartitas Ku Klux Klan menurun drastis. Persatuan kelompok terbelah, dan sejumlah anggota dipenjara karena serangkaian pembunuhan terhadap orang kulit hitam. Banyak yang berasumsi kelompok ini mati, menjadi hantu kebencian dan kekerasan berjubah putih.

Sekalipun gerakan mereka surut, bukan berarti benar-benar mati. Tahun 1949, seorang dokter dari Atlanta, Samuel Green mencoba untuk kembali membangkitkan Ku Klux Klan. Ku Klux Klan baru bentukan Samuel Green inilah yang lantas berganti menjadi Knights of The Ku Klux Klan. Aksi Ku Klux Klan Generasi III memuncak pada tahun 1950 sampai 1960an.

Bangkitnya komplotan KKK generasi ketiga tersebut akhirnya memunculkan kelompok perlawanan dari kalangan kulit hitam Amerika dan tokoh-tokoh yang menyerukan persamaan hak dan anti rasisme seperti Malcolm X dan Martin Luther King.

Namun, Malcolm X mati tertembak pada saat akan memberi ceramah pada tanggal 21 Februari 1965 dan Martin Luther King tewas tertembak pada tanggal 4 April 1968. 

Puluhan anggota KKK dipenjara atas aksi pembunuhan mereka di Mississipi (1964). Para peneliti menaksir ada 150 macam klan yg terafiliasi KKK dengan 5.000 anggota tersebar diseantero USA kala itu.

Belakangan, berbagai sumber menyatakan bahwa, The Klan kini bergerak secara subversive (gerakan bawah tanah). Pada tahun 1997, FBI menangkap 4 orang anggota Knights KKK di Dallas, saat mereka melakukan berbagai aksi perampokan dan berkonspirasi dalam peledakan pembangkit listrik tenaga gas. 

Bahkan tahun 1999, dewan kota Charleston, South Carolina menyetujui resolusi bahwa The Klan KKK termasuk kedalam daftar organisasi teroris.
Para anggota komplotan KKK membagikan brosus kepada warga kulit putih Amerika untuk merekrut anggota baru. (Foto: cnn.com)
Dan tahun 2004, seorang profesor dari University of Louisville berkampanye bahwa The Klan KKK harus dicap sebagai organisasi teroris dan segala aktifitasnya didalam kampus harus ditindak.

Kemenangan Donald Trump dan Bangkitnya Ku Klux Klan

Meskipun kelompok Ku Klux Klan empat tahun setelah berdirinya diumumkan sebagai organisasi ilegal, namun hingga detik ini masih tetap menjalankan aksi brutalnya terhadap warga kulit hitam. Ditambah lagi, pemerintah AS dianggap belum pernah melakukan usaha serius untuk memberantas kelompok berbahaya ini.

Para penerus KKK masih bermimpi bangkit kembali seperti dulu lagi. Dan kini seakan mendapat momentum dengan munculnya Donald Trump di kancah politik negara adikuasa tersebut.

Dalam serangkaian wawancara dengan The Associated Press, para pemimpin Klan mengatakan mereka merasa politik di AS sedang berpihak pada mereka, seiring meningkatnya mentalitas nasionalis, 'kami vs mereka' yang selalu digaungkan Donald Trump dalam setiap kampanye politiknya di seluruh negeri.

KKK setia mendukung Trump karena memiliki jalan politik yang sama, yaitu menghentikan atau membatasi imigrasi, sebuah langkahh yang sudah digaungkan KKK sejak tahun 1920an. Anti-imigran menjadi tujuan utama mereka, seperti halnya yang diinginkan oleh Donald Trump.

Para pemimpin Klan mengatakan keanggotaan telah meningkat di akhir masa jabatan kedua Presiden Barack Obama, meskipun mereka bersedia menyebutkan angka. 

"Kami akan mengupayakan persatuan Klan dan aliansi musim panas ini," ujar Brent Waller, pejabat United Dixie White Knights di Mississippi.

Saat ini, beberapa pihak yang mengamati Klan mengatakan keanggotaan mereka di seluruh negeri mencapai sekitar 6.000 orang. Saat selebaran rekrutmen disebarkan di Long Island, ada sekitar 1.000 orang yang tertarik untuk bergabung Ku Klux Klan sejak terpilihnya Donald Trump.

Ku Klux Klan juga berusaha merubah image di tengah masyarakat AS, dan mengklaim bahwa anggota mereka tidaklah sekejam sebrutal dulu lagi. Namun hal ini dibantah oleh sejumlah pengamat.

"Meski saat ini Klan masih terlibat dalam aksi kejahatan, mereka tidak sekejam tahun 60an, tidak berarti kelompok ini tidak berbahaya dan tidak terlibat dalam kekerasan politik," ujar Mark Potok dari Pusat Undang-undang Kemiskinan Selatan, sebuah kelompok advokasi yang melacak aktivitas kelompok-kelompok yang dianggap ekstremis.
'America First' dan 'America for White' merupakan slogan dan semboyan yang selalu diusung oleh komplotan rasis KKK. 'America First' juga menjadi slogan kampanye Donald Trump saat pemilu memperebutkan kursi Presiden Amerika Serikat melawan Hillary Clinton. (Foto: Istimewa)
165 tahun setelah dibentuk, pada kenyataannya KKK tetap tidak bisa lepas dari warisan dan ajaran yang telah ditinggalkan oleh pada pendahulu mereka. Citra yang berusaha mereka ubah dalam banyak hal, tetap tidak bisa dipraktekkan dalam ritualnya.

Klan masih membakar salib, meskipun tidak di tempat umum seperti yang mereka lakukan di bulan April 2016 saat pawai di Georgia. "Hidup kulit putih!" seru mereka bersama-sama. "Kematian untuk orang-orang tak beriman! Kematian untuk para musuh kita!" tetap menjadi slogan yang selalu mereka teriakkan.

Keberpihakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap The Klan, terlihat pada insiden Charlottesville. Trump dikecam karena dianggap tidak tegas mengatasi insiden serangan yang yang mengakibatkan 32 orang dilaporkan cedera, 19 di antaranya luka-luka akibat dihantam mobil.

Teror itu disinyalir dilakukan oleh kelompok kulit putih rasis yang terdiri atas kaum neo-Nazi dan anggota Ku Klux Kan seperti dilaporkan Independent.

Ku Klux Klan bagi Amerika adalah sebuah ironi, sebagai sebuah negara yang mengklaim dirinya sebagai negara paling demokrastis didunia. Jika dibandingkan dengan Ku Klux Klan, kejahatan ISIS yang selalu dipropagandakan Barat sebagai kelompok paling barbar di dunia, mungkin belum ada apa-apanya.

Ku Klux Klan mampu menjaga dan mewariskan sebuah gerakan teror dan kekejaman dari generasi ke generasi selama berabad-abad. Bahkan mereka mampu bertransformasi dan masuk ke berbagai lini kehidupan Amerika. Mereka ada di politik, ekonomi dan militer Amerika dan mampu mempengaruhi kebijakan negara adidaya tersebut. (fg)

*Dari berbagai sumber

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks