Load more

China Invasi Ekonomi Indonesia, Pengusaha Pribumi Terancam

Shares ShareTweet
Presiden Joko Widodo bersama Presiden China Xi Jinping. Pemerintahan Presiden Joko Widodo terus memperkuat kerjasama dengan China. Usaha tersebut berbuah manis dengan datangnya serbuan para pengusaha China yang ingin menamamkan modalnya di Indonesia. Namun belakangan, penguasaan China dalam berbagai sektor ekonomi di Indonesia dianggap sejumlah pengamat
"Selama 6 tahun, komitmen investasi China di Indonesia dari waktu ke waktu terus meningkat,"
JAKARTA -- Walau saat ini Indonesia sempat dihebohkan dengan tindakan Angkatan Laut China yang melanggar kedaulatan Indonesia di kepulauan Natuna, tetapi hubungan perekonomian antara Pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Republik Rakyat China justru semakin "mesra."

Investor asal China menyatakan minat menanamkan modalnya di Indonesia. Minat investasi tersebut akan direalisasikan dalam bentuk merelokasi pabrik rotan mereka dari China ke Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani mengatakan, investor China ingin memindahkan pabrik mereka ke Indonesia karena biaya operasional di China terus meningkat, serta mereka kesulitan mendapatkan bahan baku rotan.


"Kurang lebih 200 pengusaha furniture dari kota Dongguan, Provinsi Guangdong akan menjadi salah satu target pemasaran investasi yang dilakukan," ujar Franky melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat (25/3).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani. (Foto: Konfrontasi.com)
Menurut Franky, China masih menjadi investor terbesar di Indonesia dengan mayoritas investasi di sektor infrastruktur.

"Selama 6 tahun, komitmen investasi China di Indonesia dari waktu ke waktu terus meningkat, tahun ini sebesar USD 22,678 miliar, artinya naik 44 persen," pungkas Franky.

Selain itu, Franky Sibarani, mengungkapkan ada tujuh produsen komponen otomotif berniat investasi di Indonesia untuk memasok pabrikan otomotif asal China di Tanah Air.

Nilai investasi dari ketujuh supplier tersebut diperkirakan mencapai lebih dari USD 25,9 juta (setara dengan Rp 313 miliar dengan kurs dolar Rp 12.500).


"Yang sudah memiliki izin prinsip akan kami kawal proses konstruksinya, sementara yang belum memiliki izin prinsip akan difasilitasi untuk segera mendapatkan izin prinsipnya," ujarnya, Jumat (18/3).

Membunuh Pengusaha Pribumi

Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia, Djimanto menilai ada tujuh sektor yang paling terpengaruh dengan serbuan produk-produk China, antara lain industri tekstil, alas kaki, pertanian, dan baja.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat. Hidayat menilai dominasi China terhadap perekonomian Indonesia akan sangat membahayakan.

Industri kerajinan rotan di desa Trangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (8/6). Sebagian masih dijalankan dalam skala kecil (Foto: Antara/Mohammad Ayudha)
Menurut Hidayat dalam kerangka ACFTA yang berlatarbelakang semangat bisnis, China bisa berbuat apa pun untuk mempengaruhi Indonesia mengingat kekuatan ekonominya jauh di atas Indonesia (9/1/).

Sedangkan berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, menilai sektor industri pengolahan (manufaktur) dan industri kecil menengah (IKM) merupakan sektor ekonomi yang paling terkena dampak realisasi perjanjian perdagangan bebas dengan China.

Bahkan tidak sedikit produk dari negara maju yang masuk ke Indonesia pun mengikutsertakan produk China sebagai perlengkapannya.

Begitupula diproyeksikan 5 tahun ke depan investasi di sektor industri pengolahan mengalami penurunan US$ 5 miliar yang sebagian besar dipicu oleh penutupan sentra-sentra usaha strategis IKM.

Jumlah IKM yang terdaftar pada Kementrian Perindustrian tahun 2008 mencapai 16.806 dengan skala modal Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar.


Dari jumlah tersebut, 85% di antaranya dikatagorikan akan mengalami kesulitan dalam menghadapi persaingan dengan produk dari China.


Dari data yang dirilis oleh BKPM nilai komitmen investasi dari Tiongkok Januari-Februari 2016 sudah mencapai angka USD 3,2 miliar.

Perajin UMKM dalam negeri. Berada dalam ancaman serbuan produk-produk China (Foto ilustrasi: nenygory.wordpress.com)
China berada di peringkat ketiga daftar negara teratas asal komitmen investasi yang masuk ke Indonesia di bawah Amerika Serikat dan Singapura.

Invasi Berkedok Investasi


Terkait agresifnya invetasi China di Indonesia politikus Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, kedaulatan Indonesia mendapat ancaman serius dari negara China. Hal ini disampaikan Roy Suryo menanggapi gejala eksodus besar-besaran tenaga kerja asal China ke Indonesia secara ilegal.

Menurut Roy Suryo, masuknya tenaga kerja China dalam kapasitas besar merupakan gejala awal dari upaya invasi terhadap kedaulatan bangsa Indonesia. 


"Saya kira masyarakat yang cerdas dan masih Peduli NKRI sudah merasakannya," ujarnya, seperti dilansir Jurnas.com, Selasa (20/19).


Roy Suryo menilai ada praktek ilegal terselubung dalam memasukkan warga negara asing asal China ke Indonesia. Modusnya adalah dengan menunggangi pola kerjasama investasi yang kompensasinya memberi kemudahan bagi pekerja China untuk masuk ke Indonesia.

"Awalnya kerjasama usaha. Masuk tenaga kerja China sebanyak banyaknya di PT PMA. Lalu mereka bikin "Keamanan" sendiri. Pribumi sulit masuk. Mereka bikin daerah atau kavling terbatas sendiri. Pribumi sulit kontrol. Lalu boleh mendirikan ormas asing. Bikin pasukan dan satgas sendiri. Lalu asing boleh beli property dan tanah sendiri," beber Roy Suryo.

Setelah itu, kata Roy Suryo, WNA asal China ini kemudian mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia dan hak ikut pemilu. Selanjutnya lagi digodok boleh Dwi Kewarganegaraan negaraan. Acuan mata uang dialihkan ke mata uang China. Dan nanti terus bikin Partai sendiri.

"Next ikut Pemilu, dibanjiri uang. Menang. Nanti presidennya asing. Awal "penjajahan" dimulai. UUD banyak dirubah. Karena kekuasaan mutlak ada di Presiden. Peperangan dan perpecahan akhirnya menjadi reality. End of Republic," paparnya.

Sedangkan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, maraknya WNA khususnya China yang masuk ke Indonesia menjadi persoalan serius yang harus dihadapi pemerintah. Sehingga, jangan sampai pemerintah dianggap melakukan pembiaran atas masalah tersebut.

Para pekerja China saat tiba di Indonesia. China selain rajin menanamkan modalnya di Indonesia, juga banyak membawa para pekerja langsung dari China. Alasan yang biasa disampaikan adalah untuk mempercepat pembangunan proyek dan kelancaran operasional (Foto: istimewa)
"Jika masyarakat menuduh pemerintah membiarkan saja sudah berbahaya apalagi jika berkembang isu bahwa justru pemerintah lah yang melakukannya," kata Siti, dikutip dari Jurnas.com, Selasa (20/12).

Hingga saat ini lebih 1.000 perusahaan Cina beroperasi di Indonesia, baik  bidang infrastruktur, kelistrikan, energi, komunikasi, agrikultural, manufaktur dan sektor lainnya.

November tahun 2014, saat Presiden Jokowi bertandang ke Beijing, Cina, ditandatangani 12 MoU investasi antara 11 perusahaan domestik dengan investor Cina senilai US$ 17,8 miliar. Beberapa perusahaan yang menjalin kerja sama investasi adalah Maspion Group dengan Shining Resources Co Ltd untuk membangun pabrik plat tembaga di Gresik, Jawa Timur senilai US$ 120 juta.

Kemudian PT Indomobil Sukses Internasional Tbk bekerja sama membangun industri otomotif. Saat ini,  produk otomotif Cina yang masuk pasar Indonesia antara lain Geely, Chery, Foton, dan FAW. Untuk alat berat ada merek Sunny Robby Sani.

Cina juga dikabarkan sedang mengincar pertambangan di pegunungan Grasberg dan Ertsberg di Mimika, Timika, Papua, yang belum semuanya dieksploitasi oleh PT Freeport Indonesia. 


Di pegunungan ini masih terkandung biji tembaga, uranium, dan emas. Inilah salah satu alasan yang dikabarkan kenapa AS mendirikan pangkalan militer di Darwin, Australia empat tahun lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, boleh dibilang Cina merupakan investor paling agresif di sektor migas Indonesia. Pada awal 2002, CNOOC mengakuisi seluruh operasi migas Repsol-YPF senilai US$ 585 juta sehingga menjadikannya produsen minyak lepas pantai terbesar di Indonesia dengan output 125.000 barel per hari. (fg)


Sumber: Merdeka.com/Jurnal-ekonomi/Jurnas.com

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks