Load more

Warisan Banjir, Janji Jokowi dan Serangan Balik Ahokers

Shares ShareTweet
17 Januari 2013, tiga bulan diawal pemerintahan Jokowi-Ahok terjadi banjir terparah di Jakarta sampai ke Bundaran HI, 5 orang tewas dan ribuan orang mengungsi. Pendukungnya saat itu menyalahkan pemerintah sebelumnya. (Foto: istimewa)
Zaman Badja, ada 50-70 titik banjir. Ketinggian air rata-rata 80 cm. Ini zaman terparah soal banjir. Tetap disebut "genangan" oleh media-media mainstream. Di era Sutiyoso, banjir besar pecah setiap 3-4 tahunan. Rumah-rumah di Tanjung Duren, Rawa Buaya dll tenggelam sampai atap.

Di era Badja, Jakarta kering. Nggak banjir. Tapi cuma di internet. Di alam nyata, hujan sebentar, genangan air di mana-mana. Definisi banjirnya diubah. Air setinggi leher orang dewasa disebut "genangan". Ternyata, "banjir" cuma hilang dalam kosa kata saja. Gandaria City jadi banjir setelah mall dibangun. Di era Ahok, Istana dan Balai Kota turut tergenang.

Atap Bioskop Planet Hollywood jebol. Air menyeruak masuk. Anies-Sandi disalahin. Laah, kok jadi salah Anies-Sandi. Otak Ahokers memang error. Macet diperparah dengan operasi driver online. 


Providernya terapkan bonus di jam-jam sibuk. Otomatis, motor dan mobil online seliweran di zona-zona bisnis. Semua fenomena ini bersifat natural sosiologis. Program biopori dan pembatasan ojek online mungkin bisa kurangi problem.

Kemarin Gubernur Anies Baswedan turun ke lokasi-lokasi genangan air. Dukuh Bawah sudah disedot. Ada 4 unit pompa rusak. Pegawai Pemda loyalis Ahok dituding netizen lalai urus pompa. Mereka minta Bang Anies bersihkan unsur-unsur Ahokers dari tubuh SKPD dan ASN DKI Jakarta.


"MUTASI mereka ke Pulau Seribu," teriak banyak status. Ada yang bilang, kirim mereka ke Afrika.

Banjir di era Anies-Sandi memang beda. Benar; terasa santun. Nggak ada lagi gubernur yang cari kambing hitam. Ngga ada lagi caci-maki salahkan LBH dan LSM. Sampai lewat pukul 10 malam, Bang Anies masih di area banjir Jatipadang. Genangan airnya sepaha. Dia datangi rumah-rumah warga. Inspeksi langsung pompa air dan tanggul yang jebol.


Setiap hari dia kerja sampe larut malam. Pagi sebelum pukul 7 sudah ada lagi di Balai Kota. Setiap hari begitu. Nggak ada liburnya.

Janji Jokowi dan Serangan Ahokers

Bagi warga Atacama Desert, hujan adalah berkah. Bagi orang Jakarta, hujan berarti banjir. Banjir jadi makanan sehari-hari. Sejak zaman VoC, Batavia sudah banjir.

Sebuah meme yang beredar ramai di media sosial untuk membully dan menyerang balik Anies - Sandi (image: Facebook)
Mas Jokowi pernah bilang, macet dan banjir lebih mudah diatasi kalau dia jadi presiden. Betonisasi Jakarta bikin banjir makin parah. Saat ini, sekitar 85% area Jakarta ditutup beton.

Hari ini, tanggal 11 Desember 2017, hujan turun dari pagi. Langit gelap. Makin lama, makin banyak daerah kena hujan. Ahoker gembira. Mereka merasa dapet pelor bully Anies-Sandi. Benar aja, sewaktu Dukuh Bawah, Kuningan dan Gandaria City diberitakan banjir, mereka nyetat, ngetwit dan bikin meme.

Tulisan memenya, "Banjir Juga Biarin, Yang Penting Seiman". Lalu ada yang coba upload video pendek banjir bully Bang Anies. Eh, ternyata itu video tahun 2015.

Ada lagi yang nyetat, "banjir kali ini berbeda, terasa halal dan santun".

Mereka udah ubah gaya. Dulu, banjir seleher mereka sebut genangan. Sekarang, genangan semata kaki mereka sebut "banjir". Ahokers pikir, bila Anies-Sandi dibully maka elektabilitasnya bakal rusak. Walah, orang Jakarta ngga kaget dengan air. Malah sebagian seneng.

Netizen Nuke Dewidy membalas. Dia bilang, "Jakarta #Banjir Ahoker rame2 serang Anis-Sandi. Jika memang saat ahok jadi Gubernur berhasil mengatasi banjir, harusnya Jakarta tak lagi banjir saat ini #Mikir !"

Dalam 23 Janji Anies-Sandi, nggak ada pointer janji berantas banjir. Mereka nggak sepongah Ahok-Jarot. Mereka tau, tanah Jakarta tidak sanggup lagi serap air. Banjir nggak bisa dihindari.

Malamnya, sampai pukul 21.30, Bang Anies masih ngecek Tanggul Jatipadang yang jebol. Rasanya Mr Ahok nggak serajin dan peduli seperti ini ya. Nggak heran bila Dharma Diani dari Kampung Aquarium berkata, "Ini baru gubernur gue". (fg)

Oleh: Zeng Wei Jian
(Aktivis Tionghoa)

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks