Load more

Kritik Rezim Jokowi, Kakek Tua Renta Ini Langsung Ditangkap Polisi

Shares ShareTweet
Navias Tanjung ditangkap aparat kepolisian karena menyebarkan dianggap menyebarkan kebencian di media sosial. (foto: istimewa)
"Ini adalah akumulasi kekecewaan yang saya temukan di masyarakat. Rata-rata mereka itu semua kecewa. Setiap kebijakan Jokowi yang telah berlalu itu hanya menghabiskan dana yang tidak ada manfaat,"
BALIKPAPAN -- Tindakan represif dan otoritar kembali ditunjukkan rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kali ini menimpa Navias Tanjung, seorang kakek renta berusia 65 tahun ini ditangkap polisi karena sering membuat pernyataan kritikan terhadap rezim pemerintah di media sosial.

Warga Jalan Soekarno Hatta Kilometer 2,5 Balikpapan Utara ini ditangkap tim Jatanras Polda Kalimantan Timur, Rabu (15/11/2017) siang, karena dianggap membagikan postingan berisi konten ujaran kebencian di laman Facebook miliknya.

"Kita tangkap atas dugaan kasus UUD ITE, saat ini sudah diamankan di Mapolda. Kemudian tengah diperiksa lebih lanjut," ujar Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Hilman, seperti dikutip Tribun Kaltim.

Sebelumnya, Navias juga pernah mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo di akun Facebook miliknya. Surat tersebut berisi kritikan keras terhadap sejumlah kebijakan yang telah diambil Presiden Jokowi, termasuk soal proyek tol laut, kapal sapi, hingga rencana pembangunan kereta cepat. Dalam surat itu, Navias bahkan mengaku siap jika nantinya terkena kasus hukum lantaran surat terbuka tersebut.

Navias Tanjung saat dibawa ke kantor polisi. (foto: istimewa)
Surat Terbuka Navias Tanjung ini tersebar luas setelah diposting oleh beberapa media online. Navias menyatakan, sejak dipublikasikan Surat Terbuka tersebut banyak sekali telpon dan SMS berbentuk teror yang diterimanya. Terutama dari kelompok pendukung pemerintahan Presiden Jokowi.

“Terima kasih buat semua, telah masuk 3156 miscall, 93 terhubung, 824 sms suport, 4 telepon teror, satu sms kacebong yang menentang, berasal dari 0812 6759 9745. Untuk cebong no kamu ku taburkan karena kuhubungi tak kamu angkat (kamu banci),” tulis Navias Tanjung, Sabtu (30/1/2016).

Lelaki asal Bukittinggi, Sumatra Barat, itu mengaku mendapatkan keluhan dan rasa kekecewaan dari masyarakat terkait kebijakan-kebijakan Presiden Joko Widodo. Selama ini, ujar Navias, kebijakan yang telah dibuat Presiden Jokowi justru menghabiskan uang negara tanpa ada manfaat langsung terhadap masyarakat.

"Ini adalah akumulasi kekecewaan yang saya temukan di masyarakat. Rata-rata mereka itu semua kecewa. Setiap kebijakan Jokowi yang telah berlalu itu hanya menghabiskan dana yang tidak ada manfaat," ujar Navias seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (23/8).

Navias pun memberi contoh, salah satu kebijakan yang menghabiskan uang negara adalah proyek tol laut. Menurut dia, kapal yang dibeli untuk proyek tol laut adalah kapal-kapal tua. Kapal tersebut sudah berusia lebih dari 25 tahun.

Salah satu komentar dan kritikan Navias Tanjung di media sosial.
"Sudah ada dua kapal tol laut yang sudah dipastikan rusak berat, bahkan sebelum digunakan. Jadi itu semua merugikan. Jadi pengelolaannya itu saya rasa banyak yang sia-sia,'' ujar pria yang pernah berprofesi sebagai nakhoda tersebut.

Berikut isi surat terbuka Navias Tanjung untuk Presiden Joko Widodo yang pernah viral:

1 : Anda terpilih jadi presiden bukan bukan secara cuma2 tetapi memakai biaya negara Rp 7,9 triliun data KPU.

2 : Uang yang ludes sebanyak itu adalah untuk masa jabatan 5 tahun atau 1.825 hari .

3 : Jika dibagi rata uang rakyat di negara ini telah ludes Rp 4,328 miliar per hari. (Empat miliar tiga ratus dua puluh delapan juta rupiah per hari ).

4 : Apa janji Anda pada kami rakyat Indonesia saat kampanye dulu. Ada 66 janji Anda yang dipegang rakyat semua media juga mencatat tidak satu pun Anda tepati.

5 : Hasil survei Indobarometer minggu ini menyatakan Anda telah mengecewakan 95 persen rakyat Indonesia.

6 : Menurut analisa saya, Anda telah melakukan pemborosan uang negara tanpa perhitungan cermat dalam bidang pembiayaan pengeluaran negara, sudah puluhan triliun uang negara ini ludes tanpa mamfaat.

7 : Ada ratusan triliun lagi uang negara ini yang akan hancur atas kebijakan2 anda bakal jadi beban masa depan bangsa.

8 : Sampai ini hari masa jabatan Anda baru berkisar 650 hari, dan utang negara telah bertambah hampir 900 triliun, berarti kehadiran Anda sebagai presiden telah menambah utang negara lebih dari Rp 1,3 triliun setiap hari.

9 : Anda telah menghancurkan kehidupan buruh di negara ini dengan mendatangkan kuli-kuli dari Cina. Apakah ini janji Anda tentang peluang 10 juta lapangan kerja.

10 : Saya mencatat mulai dari Esemka, Kapal Sapi, Tol Laut, Kereta Cepat, Traktor Tangan, Kartu-kartu Aladin, adalah pemborosan sia-sia dan Bulshit semua.

11 : Saya Navias Tanjung 9 tahun lebih tua daripada Anda menyampaikan ini pada Anda karena cemas melihat kondisi negara saat ini yang terparah sepanjang sejarah.

12 : Jika Anda selaku presiden berpendapat ini pencemaran untuk Anda silakan gugat saya secara hukum, saya nonpartisan, akan saya uraikan seluruh kebijakan-kebijakan Anda di depan rakyat di pengadilan secara rinci agar mereka jadi juri sebuah kebenaran.

(ttd Navias Tanjung 11/08/16)
Penangkapan Navias Tanjung langsung mendapat kecaman dari para warganet di media sosial, yang menganggap rezim pemerintahan Jokowi semakin bertindak otoriter dengan membungkam opini rakyat yang berseberangan. Namun, sikap sebaliknya, kelompok pendukung rezim Jokowi mengapresiasi tindakan tersebut. 

Bahkan fanspage-fanspage Pro Jokowi seperti @makLambeTurah dan media-media daring pendukung Jokowi seperti www.infoteratas.com dan media daring pro Jokowi lainnya, berusaha memviralkan penangkapan Navias tersebut.(*)

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks