Load more

Mewaspadai Strategi Licik Ahok dan Akal Bulus Jokowi

Shares ShareTweet
Menjelang putaran kedua pilkada DKI Jakarta 2017, Ummat Islam dihimbau untuk mewaspadai pergerakan dan strategi licik yang akan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta incumbent Basuki Tjahaja Purnama untuk kembali memenangkan dirinya, dengan bantuan dari pihak Istana. (Foto: istimewa)
Gonjang ganjing negeri ini semakin tak terelakkan, betul yang di permukaan adalah si Ahok alias si HOAK, namun di balik HOAK ada monster-monster yang siap mengorbankan apa saja demi MULUSNYA RENCANA JAHAT juragan HOAK.

Sobat! Bisa jadi kini tim HOAK sudah merencanakan bahwa bila kondisi memaksa mereka memainkan opsi 2, atau 3, maka mereka tak segan segan melakukannya, di antara opsi darurat atau opsi langkah seribu yang bisa saja mereka rencanakan ialah dengan menyulap si HOAK menjadi Snouck Hurgounje baru, yaitu HOAK bersyahadat, dan mengaku tobat dari semua kejahatannya., dan akhirnya tujuan jadi RI 1 semakin mulus.

Ya, kini dia sedang berjuang menyatukan seluruh elemen non muslim, dengan cara memancing ummat Islam anarkis dan menebar ancaman kepada semua yang non muslim. Tujuannya jelas, menggalang dukungan semua non muslim kepada dirinya. Karena itu, demonstrasi besar besaran bisa saja bagian dari tahapan skenario HOAK untuk itu.

Karenanya, sekali lagi saya menyeru kepada semua ummat ISLAM di manapun untuk berbondong bondong ke masjid, mendirikan sholat lima waktu, melantunkan Al Qur'an, belajar agama di majlis majlis ilmu, atau minimal membeli parabola untuk mendapatkan akses ke siaran radio rodja, tvrodja, insantv, surautv, radio as sunnah dan stasiun radio atau tv islam lainnnya yang serupa.

Kembali ummat Islam ke masjid dan majlis-majlis ilmu adalah satu satunya solusi untuk memporak porandakan seluruh skenario balatentara HOAK. Sehingga pada saatnya nanti, ummat Islam tidak terperdaya oleh permainan Snouck Hurgrounje HOAK. Sebagaimana pada saatnya nanti ummat Islam tidak menjual iman dan masa depan agama anak keturunannya kepada pasukan HOAK.

Makhluk makhluk bayaran HOAK, bisa saja menyusup dalam barisan ummat Islam yang turun ke jalan, dan membuat onar, memprovokasi agar ummat Islam bentrok dengan Aparat, dan akhirnya islam membunuh islam, atau minimal saling serang.

Bila aparat sudah membunuh rakyat atau sebaliknya tikus bayaran HOAK yang berbaju muslim membunuh aparat, maka perang saudara tidak bisa dielakkan. 


Dan selanjutnya, cukong cukong HOAK dengan mudah mengatur jalannya sandiwara pilkada, karena ummat islam diisolir dari sandiwara pilkada dengan dalih mencegah tindak anarkis, sedangkan cukong cukong HOAK dengan mudah beli iman orang orang yang rapuh tauhidnya agar menjual negara dan masa depan anak cucunya kepada mereka.

Ya Allah lindungilah ummat Islam dari makar keji musuh-musuh-Mu dan satukan ummat Islam, rakyat dan aparat, guna menindak HOAK yang telah mengobarkan kebenciannya kepada Islam.(*)

Istana Libas HRS, Sylvia, Anies dan Mengarah Pada SBY!

Habib Rizieq Syihab (HRS) beberapa jam lalu telah tetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar dalam kasus dugaan penistaan Pancasila. Sebuah tindakan hukum yang sangat unik dan disiyalir bermuatan politik.

Diwaktu yang bersamaan Anies Baswedan hari dilaporkan ke KPK terkait dugaan korupsi saat menjabat selaku Mendikbud.

Sementara Sylviana Murni hari ini juga diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Walikota Jakarta Pusat.

Lebih memprihatinkan, mantan Presiden SBY gencar difitnah dengan isu kasus dugaan kriminalisasi mantan Ketua KPK Antasari Azhar, kasus E-KTP, Century dan Hambalang.

Sempurna dan sangat jelas serangan loyalis Istana kepada para pihak yang dianggap sebagai lawan penguasa. Masih perlukah Pilgub DKI Jakarta?

Kondisi jelang Pilgub DKI kian tidak kondusif dan berpotensi menimbulkan gejolak yang mengkhawatirkan. Sebab hukum telah dicemari kepentingan politik untuk menyapu bersih para pihak yang dianggap musuh penguasa. Dan disinyalir demi melindungi oknum penista agama alias Ahok.

Rangkaian modus penegakkan hukum yang dilakoni begitu nyata dikondisikan oleh jaringan kekuasaan. Apakah masih percaya dengan Pilgub DKI...?

Kalau ulama saja sudah dizalimi oleh penguasa maka aspirasi umat Islam dalam arena Pilgub DKI dikhawatirkan akan dimanipulasi melalui aneka kecurangan.

Kini muncul opini dari kalangan umat Islam, "kalau sudah begini kondisinya, mending milih GOLPUT dari pada terzalimi oleh kecurangan politik di Pilgub DKI yang makin tidak sehat".

Saya kira pendapat tersebut sangat serius dan harus dievaluasi oleh pasangan Agus dan Anies serta GNPF-MUI. Harus ada jaminan Pilgub terbebas dari kecurangan sehingga aspirasi umat Islam tidak menjadi sia-sia.

Tindakan konkretnya adalah bersatu turun ke jalan. Dari situ kita dapat melihat seberapa solid dan besar konsolidasi kekuatan umat Islam dalam menghadapi tekanan penguasa?. Tidak ada pilihan lain!. (fg)

*Oleh: Al Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri
**Oleh: Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks