Load more

Ahok Ragukan Pancasila Selama Minoritas Belum Jadi Presiden

Shares ShareTweet
Gubernur DKI Jakarta kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebutkan Pancasila belum diakui keabsahan dan keutuhannya selama kaum minoritas seperti dirinya yang beragama Kristen belum bisa jadi presiden RI. (Foto: Istimewa)
“Ahok mengatakan, bahwa Indonesia utuh apabila minoritas sudah menjadi presiden. Ini adalah penafsiran yang keliru dan sangat berbahaya. Ahok ini sama saja menilai bahwa Pancasila, walau dipimpin oleh mayoritas dan berhasil, tapi minoritas belum jadi presiden, maka Pancasila belum sempurna,"
JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mengeluarkan pernyataan kontroversi, setelah sebelumnya jagad nasional diguncang dengan ucapan Ahok yang dianggap melecehkan ayat suci Al-Quran. 

Kali ini Ahok meragukan keutuhan dan keabsahan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia dalam berdemokrasi, selama kaum minoritas seperti dirinya belum bisa menjadi Presiden RI.

Pernyataan Ahok ini disampaikan saat menghadiri ulang tahun politisi senior PDIP, Sabam Sirait. Ahok masih menyinggung soal dinamika kaum minoritas dan mayoritas. Dalam sambutannya, Ahok menyinggung kesempatan kaum minoritas untuk menjadi pemimpin atau presiden.

"Kalau suatu hari yang dicap minoritas di negeri ini konstitusi menjamin bisa menjadi presiden republik ini. Maka atap dan pagar rumah Pancasila lengkap kita bangun," ujar Ahok di hadapan Sabam dan para tamu undangan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10).

Dia menambahkan sekiranya harapannya itu tercapai, Ahok menilai rumah pancasila telah terealisasi dengan utuh. "Tahun depan 15 Februari kita lihat Ahok terpilih atau tidak saya kira itu," ucap Ahok saat mengakhiri sambutannya.

Ahok Melecehkan Pancasila

Ketua Umum Aliansi Nasionalis Indonesia (Anindo) Edwin Henawan Soekowati mengatakan, pernyataan Gubernur Ahok soal Pancasila dicap sangat berbahaya. Pernyataan itu dinilainya sebagai kekeliruan dalam menafsirkan Pancasila.

“Ahok mengatakan, bahwa Indonesia utuh apabila minoritas sudah menjadi presiden. Ini adalah penafsiran yang keliru dan sangat berbahaya. Karena statemen Ahok ini sama saja menilai bahwa Pancasila, walau dipimpin oleh mayoritas dan berhasil, tapi minoritas belum jadi presiden, maka Pancasila belum sempurna," kata Edwin, seperti dilansir JPNN.com, Rabu (19/10).

Sebuah spanduk bernuansa SARA yang dipasang orang tak dikenal di salah satu jalan ibukota. Pemasangan spanduk tersebut ditengarai sebagai sebuah dukungan dari para simpatisan Ahok untuk memenangkan dirinya yang berasal dari golongan minoritas menduduki kursi DKI Jakarta I. (Foto: Istimewa)
Karena itu, mantan anggota MPR/DPR Fraksi PDI periode 1987-1992 meminta partai politik pengusung menertibkan bicara Ahok. Dia menyebutkan bahwa sangat tidak relevan mempertentangkan soal SARA di Indonesia.

"Jangan lagi berbicara yang menyinggung masalah suku, agama, ras dan antar golongan atau (SARA), yang berpotensi memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia," pintanya.

“Sudah banyak contoh kepala daerah yang beragama Kristen/Katolik, etnis tertentu pun bisa menjadi walikota, bupati dan gubernur di daerah yang mayoritasnya beragama Islam. Contohnya Walikota Solo FX Rudi, mantan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang , dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan banyak lagi," pungkas Erwin.

Sebelumnya Gubernur Ahok membuat keresahan nasional setelah tersebarnya sebuah video yang memperlihatkan Ahok melecehkan salah satu ayat Al-Quran. Pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu itu, dinilai banyak kalangan sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. 


Pernyataan Ahok berpotensi menyulut kemarahan umat beragama sehingga menodai sila Persatuan Indonesia

“Pidato Ahok itu tidak patut disampaikan oleh seorang gubernur yang tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang majemuk ini. Dia telah menodai Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila Persatuan Indonesia.” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Almuzzammil, (11/10/16). (fg)

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks