Load more

Riset Fund of Peace: Rezim Jokowi Semakin Dekatkan Indonesia Menuju Negara Gagal

Shares ShareTweet
Kemiskinan yang semakin meningkat dari tahun ketahun, membuat mayoritas rakyat Indonesia semakin jauh dari mendapatkan kondisi hidup yang layak. Selain masalah politik dan keamanan, masalah ekonomi merupakan pemicu utama terjadinya negara gagal. (istimewa)
WASHINTON -- Lembaga nirlaba Fund of Peace, menempatkan Indonesia berdiri pada posisi ke-87 dari daftar negara yang paling rentan di dunia. Kerentanan Indonesia untuk menjadi negara gagal mulai mendekati pada level yang mengkhawatirkan. Paling tidak ukurannya hingga 2015.

Dari penelitian yang dilakukan lembaga nonprofit asal Washington, Amerika Serikat tersebut, sejak 2014, grafik Indonesia untuk menjauhi label negara gagal terus berkurang. Pada tahun 2011, Indonesia mencatat 6,7 poin menjauhi label negara gagal. Takaran angka ini terbilang sangat signifikan.

Pada tahun 2012 dan 2013, poin pertumbuhan yang dicatat Indonesia pun masih cukup baik 5,7 dan 3,3 poin menjauhi label negara gagal. Namun, sejak suksesi pemerintahan dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Presiden Joko Widodo, poin pertumbuhannya jauh berkurang.

Angka pertumbuhannya hanya 1,9. Angka yang jauh lebih kecil terjadi di 2015 yang mana kini angka pertumbuhan Indonesia menjauhi label negara gagal hanya 0,1 poin. Banyak faktor untuk mengukur tingkat kegagalan sebuah negara. Faktor itu di antaranya seperti masalah sosial, ekonomi, dan politik.

Para mahasiswa melakukan demonstrasi anti-pemerintah. Mahasiswa memprotes kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap telah gagal. (istimewa)
Dalam daftar yang dikeluarkan Fund of Peace, terungkap fakta bahwa negara yang menempati peringkat teratas negara gagal memiliki masalah serius terkait situasi politik nasionalnya.

Somalia contohnya, yang berada di peringkat pertama, dilanda konflik politik berkepanjangan sejak 1991. Status negara itu masih perang saudara akibat konflik yang tak terselesaikan antara dua kubu. Ini pemicunya adalah kekosongan hukum usai tumbangnya rezim Siad Barre.


Pelajaran di Somalia juga perlu dicermati. Agar Indonesia mampu menghindari ancaman terperosok menjadi negara gagal.

Pasalnya, potensi ancaman Indonesia menuju negara gagal saat ini semakin meningkat. Sebaliknya, kualifikasi pertumbuhan Indonesia sebagai negara berhasil terus terdegradasi. Pertumbuhan yang menurun ini tak terlepas dari momen pada 2014.

Kerasnya pertarungan pada Pilpres 2014 lalu, masih membagi Indonesia pada dua kutub politik yang berseberangan hingga detik ini. Padahal, tajamnya polarisasi politik sangat berbahaya jika tak diarahkan ke jalur yang semestinya.

Sebab, hal ini bisa menjadi bensin yang memicu potensi Indonesia menjadi negara gagal. Jika bensin ini terpantik percikan api, maka potensi konflik bisa melanda bangsa Indonesia. Kecenderungan yang terjadi saat ini, kekecewaan rakyat menyikapi kegagalan rezim Presiden Jokowi dalam meningkatkan kondisi perekonomian nasional, membuat arus perlawanan rakyat bawah justru semakin kuat, dan berpotensi pada terjadinya kekacauan jika hal ini tidak segera ditemukan solusinya.(*)

Sumber: Republika.co.id

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks