Load more

Inilah Lima Proyek Nasional yang Kini Dikuasai Para Pekerja China

Shares ShareTweet
Para tenaga kerja China. Arus kedatangan WN China baik legal maupun ilegal kini semakin deras. Berbagai kasus kejahatan pun mulai timbul terkait fenomena ini.
"Saya minta rekrut tenaga kerja lokal, untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) agar Cilacap maju. Jangam sampai masyarakat Cilacap jadi penonton saja,"
Gerhana85.com - Jakarta - Banyaknya para tenaga kerja asal negeri China yang memasuki Indonesia ternyata bukan isapan jempol. Tercatat, dari laporan warga, para pekerja China kini sudah memasuki hampir seluruh wilayah Indonesia, dan bahkan bekerja di sejumlah proyek BUMN maupu proyek nasional, baik secara legal maupun ilegal.

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait perkembangan pariwisata dan transportasi nasional Desember 2015 Penduduk mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, selama tahun 2015 mencapai 10,41 juta kunjungan, dan didominasi para pendatang dari China. Dalam penghitungan tersebut belum termasuk yang ilegal melainkan hanya menggunakan visa, bebas visa, serta kartu elektronik (Saphire, APEC Business Travel Card).

Kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan membebaskan visa agar Indonesia lebih mudah diakses tersebut membuat WNA asing asal China mudah berbondong-bondong datang. Hal ini tidak diiringi dengan pengawasan di bidang imigrasi untuk menelusuri WNA ilegal.

Akibat maraknya arus tenaga kerja China, belakangan menuai masalah. Kini, sejumlah proyek BUMN dan nasional telah dikuasai dan didominasi para pekerja asal China. Berikut catatan lima proyek nasional yang kini didominasi para butuh China baik legal maupun ilegal;

1. Proyek PLTU Balikpapan
Petugas gabungan Kodim 0905 Balikpapan dan Kantor Imigrasi Balikpapan mengamankan 23 orang warga negara Tiongkok, dari kawasan proyek PLTU Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. Penyebabnya mereka tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian.

Petugas imigrasi menangkap para pekerja asal China yang memasuki Indonesia secara ilegal
Puluhan warga Tiongkok diamankan sejak Kamis (14/7) lalu itu berawal dari informasi diterima Babinkam. Warga melihat banyak aktivitas warga negara asing diduga berasal dari China. Dalam pengembangan, total keseluruhan pekerja WN Tiongkok Setelah diusut, satu orang di antaranya kembali ke Tiongkok, dan dua melarikan diri ke Jakarta, dan sisanya berjumlah 26 orang.

2. Proyek PLTU Cilacap
Pembangunan PLTU Cilacap Ekspansi Fase II 1x1.000 MW, yang merupakan bagian proyek 35.000 MW, dibangun oleh Indenpendent Power Producer (IPP) PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dengan pemegang saham PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB).

Direktur Pengadaan PLN, Supangkat Iwan Santoso mengakui pengerjaan proyek ini banyak mengundang tenaga kerja China. Setidaknya, sepertiga pekerja berasal dari Negara Tirai Bambu tersebut. Menurut Iwan, pembangunan pembangkit ini menyerap 4.000 tenaga kerja. Namun, dia tidak bisa memastikan ada berapa pekerja China saat puncak pembangunan tersebut.

"(Tenaga kerja) expert tentu dari China, sebagian juga dari PJB. Mungkin untuk awal dari China sepertiga, lumayan besar," ucap Iwan ketika ditemui saat acara groundbreking di Cilacap, Jawa Tengah.

Sedangkan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji meminta perusahaan penggarap proyek ini, yaitu PT Sumber Segara Primadaya (S2P) merekrut pekerja lokal. 


"Saya minta rekrut tenaga kerja lokal, untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) agar Cilacap maju. Jangam sampai masyarakat Cilacap jadi penonton saja," kata Pamuji.

3. Proyek Pembangunan Dermaga
Sebanyak 18 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China diamankan petugas Imigrasi Serang. Mereka yang bekerja di dermaga PT Cemindo Gemilang, Kabupaten Lebak ditangkap lantaran tidak memiliki dokumen resmi atau ilegal. Dari informasi, belasan tenaga kerja China itu diamankan ketika tim dari Kantor Imigrasi Kelas 1 Serang bersama Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) Kabupaten Lebak menggelar operasi pengawasan orang asing di dermaga milik produsen Semen Merah Putih.


Puluhan WN China tersebut  diketahui tengah membangun kantor PT China Harbour Indonesia, sub kontraktor PT Cemindo Gemilang, di kawasan dermaga bongkar muat. Mereka dipekerjakan sebagai tukang las, operator, dan mekanik di dermaga tersebut.

4. Proyek Kereta Cepat
Tujuh pegawai kereta cepat dibekuk petugas Pertahanan Pangkalan (Hanlan) saat melakukan pengeboran di sekitar Lanud Halim Perdanakusuma Rabu (2/4). Dari pemeriksaan mendalam pelaku merupakan wN China. Para WN China tersebut merupakan pekerja dalam proyek pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, kini muncul masalah baru.

Pekerja asal China yang ditangkap TNI AU saat berusaha mencoba memasuki kawasan pangkalan militer Halim Perdanakusuma.(image: Tempo.co)
TNI AU menyatakan aktivitas pengeboran tersebut merupakan pelanggaran hukum karena tidak mendapatkan izin. Para pekerja asing juga tidak melengkapi diri dengan identitas maupun paspor. TNI pun mencurigai adanya aktifitas intelijen yang dilakukan para WN China di pangkalan militer strategis tersebut.

5. Proyek Tambang Emas
Tujuh warga negara asing asal China yang ditangkap petugas Imigrasi Palu dan Divisi Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas penyidik Imigrasi Palu, WN China bermasalah ini terbukti menyalahgunakan visa kunjungan karena mereka justru bekerja.

Mereka ditangkap petugas di lokasi tambang emas di Kelurahan Poboya, Kecamatan Palu Timur. Saat ditangkap, mereka tidak mengantongi dokumen keimigrasian. Sementara lima warga Tiongkok lain yang juga ditangkap petugas Imigrasi, di salah satu perusahaan jasa ketenagalistrikan di Kota Palu.

Sumber: Gerhana85.com/Merdeka.com


Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks