Load more

Ekonom Australia: Tahun 2050 Indonesia Akan Jadi Negara Terbesar di Dunia

Shares ShareTweet
Miliki populasi penduduk yang sangat besar, wilayah yang sangat luas dan memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, Indonesia diprediksi di masa depan akan menjadi salah satu negara terbesar dan terkuat di dunia. (Foto: Istimewa)
"Indonesia mulai mengejar. Kita tahu, pada tahun 1960-an, Indonesia sangat miskin namun mampu bangkit maju. Yang tidak maju menurut ukuran ini adalah Filipina karena selama lebih dari 60 tahun mengalami kemiskinan, jika dibandingkan dengan Amerika. Bangladesh dan Kamboja juga demikian,"
YOGYAKARTA -- Indonesia, dengan jumlah populasi penduduk menjadi salah satu yang terbesar di dunia, memiliki wilayah yang sangat luas dan ditambah lagi sumber daya alam melimpah, sudah sering di prediksi oleh negara-negara lain akan menjadi negara besar di masa depan.

Bahkan, Indonesia diperkirakan akan menjadi negara terbesar keempat dunia pada 2050, berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja perkapita, kata seorang pakar dari Australia.

"Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan sangat signifikan, yakni dari urutan kesembilan menjadi keempat dunia. Sementara Brasil naik dua peringkat, dari urutan ketujuh menjadi urutan kelima pada 2050," kata Hal Hill, ekonom Crawford School of Public Policy (Fakultas Kebijakan Publik), Universitas Nasional Australia di kampus Universitas Gadjah Mada, Sabtu.

Menurut dia, negara-negara besar yang sekarang tergolong maju belum tentu akan sama maju pada masa yang akan datang karena pusat daya tarik dunia mulai bergerak dari Atlantik ke Asia Pasifik.

Ia menuturkan, berdasarkan PDB dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) per kapita, China pada 2014, kemudian pada 2030 sampai 2050 akan tetap pada urutan pertama. India dari urutan ketiga akan naik dan bertukar posisi dengan AS pada urutan kedua.


Berdasarkan proyeksinya, ada lima negara yang akan menjadi negara terbesar, yakni China, India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Brasil yang tiga di antaranya ada di Asia.
Walau memiliki sumber daya alam yang melimpah, saat ini mayoritas penduduk Indonesia masih bergelut dalam kemiskinan dan sulitnya untuk mendapatkan akses pendidikan yang baik.
"Indonesia mulai mengejar. Kita tahu, pada tahun 1960-an, Indonesia sangat miskin namun mampu bangkit maju. Yang tidak maju menurut ukuran ini adalah Filipina karena selama lebih dari 60 tahun mengalami kemiskinan, jika dibandingkan dengan Amerika. Bangladesh dan Kamboja juga demikian," kata Hill, seperti dilansir Antara.

Salah satu laporan World Bank mencatat, sedikitnya ada 13 negara dari 150 negara yang pertumbuhan ekonominya di bawah 10 persen selama 100 tahun dan yang menarik hampir semua negara dalam kelompok ini berasal dari Asia.

Hill juga memaparkan daya tarik ekonomi dunia berubah sejalan juga dengan kemajuan ekonomi yang dialami negara-negara di Asia Tenggara. Seperti dari Asia Timur ada China, Hong Kong, Jepang, Korea, dan Taiwan, sedangkan dari Asia Tenggara ada Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. (gn)
 


Sumber: Antara

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks