Load more

Setelah Budaya, Kini Malaysia Juga klaim Artis Indonesia

Shares ShareTweet
Malaysia kembali berbuat ulah dengan mengklaim dua artis asal Indonesia sebagai artis yang berasal dari negara mereka. Rakyat Indonesia marah, karena bukan sekali ini saja Malaysia berusaha mencuri sesuatu hal yang berasal dari Indonesia. Namun, mantan Perdana Menteri Malaysia menyatakan, negaranya akan lebih banyak lagi mengambil segala hal yang baik dan menguntungkan dari Indonesia untuk kemajuan bangsanya. (Foto: istimewa)
"Tentu saja kami akan selalu mencontoh Indonesia, negara yang besar (Indonesia) ini memiliki begitu banyak kekayaan yang tak pernah dijaga dengan baik, bukan suatu kesalahan jika kami mengambilnya dan memeliharanya sendiri untuk diri kami, daripada lenyap ditelan zaman,"
KUALA LUMPUR -- Kabar mengesalkan kembali datang dari negeri jiran Malaysia. Seperti diberitakan sejumlah media massa, Malaysia kembali mengklaim sesuatu milik Indonesia sebagai milik bangsanya. 

Namun kali ini bukan makanan, lagu atau budaya Indonesia yang mereka klaim, melainkan artis. Ya, dua artis cantik kebanggaan Indonesia telah di klaim oleh Malaysia sebagai artis dari negeri jiran itu.

Berawal dari acara Asia One yang memajang sejumlah artis cantik dan berbakat di Asia. Dalam sebuah postingan terlihat Raisa ditulis sebagai artis Malaysia. 


Hal yang sama juga menimpa foto milik Agnes. Kekasih pebasket Wijaya Saputra ini juga diklaim merupakan penyanyi asal Negeri Jiran tersebut.

Hal ini dilanjutkan dengan adanya sebuah berita yang menceritakan beberapa orang Korea dan Amerika yang mengomentari kecantikan artis Malaysia, namun ternyata ada dua orang artis Indonesia yang diklaim sebagai artis Malaysia.


Melihat hal tersebut, dunia maya Indonesia langsung gempar. Para Netter Indonesia pun tak bisa lagi menahan emosinya. Mereka tidak terima jika dua artis cantik kebanggaan mereka diakui sebagai artis dari negara seberang. Netizen yang marah dan tidak terima pun meluapkan kekesalan mereka.

"Ya ampun malaysia oh malaysia kenapa negara yg satu ini aneh dan nyeleneh masa artis Agnez Mo dan Raisa loh bilang artis dr negara loh," komentar netter.

Pengguna media sosial lainnya juga tak tinggal diam. Mereka pun mengomentari dengan berbagai ungkapan. "Kok bisa Agnez Mo dan Raisa jadi Malaysian Celeb, darimana sejarah nya ..??," ujar akun Ariel Febrianto.

Malaysia mengklaim artis nasional Indonesia, Agnes Monica, sebagai artis yang berasal dari negara mereka. (Foto: Istimewa)
Usai beberapa saat ramai di media sosial, media yang memberitakan tersebut mengubah judulnya dengan menambahkan kata-kata Artis Indonesia. Namun untuk keterangan foto Raisa, masih dituliskan sebagai artis cantik dari Malaysia.

Raisa Adriana adalah salah satu aktris yang sangat berbakat. Raisa lahir di Jakarta 6 Juni 1990, ia kini telah berusia 26 tahun. Ia mulai dikenal publik setelah membawakan lagu berjudul Serba Salah.

Sedangkan Agnez Monica Muljoto atau yang lebih dikenal sebagai Agnez Mo lahir di Jakarta pada 1 Juli 1986. Dikenal memiliki berbagai macam talenta, Agnes sudah aktif di dunia hiburan dari kecil, yang dimulai sebagai seorang penyanyi cilik, bintang sinetron, model, dan kini penyanyi pop kelas internasional.

Malaysia Juga Klaim Anggun C. Sasmi

Sebenarnya bukan kali ini saja Malaysia mengklaim artis terkenal Indonesia sebagai artis dan warga negara mereka. Beberapa waktu lalu, terdapat berita bahwa blog warga Malaysia melecehkan Indonesia yang beralamat di indonbodoh.blogspot.com. Di blog tersebut keseluruhan isinya tentang hinaan terhadap Indonesia.

Namun anehnya, walau terus menghina Indonesia, di blog itu ada satu postingan yang menyatakan penyanyi asal Indonesia Anggun C. Sasmi adalah warga asli malaysia, dengan judul Anggun The Real Of Malaysian Artiz Nationality. Berikut isi postingan itu:

Anggun Cipta Sasmi (lahir April 29, 1974, di Serawak, Malaysia ) adalah penyanyi Malaysia / penulis lagu dengan kewarganegaraan Malaysia dan Perancis. Setelah sukses luar biasa di tanah airnya Malaysia sejak ia berusia 12, dia memutuskan untuk mengejar kerjaya antarabangsa dan meninggalkan Malaysia pada tahun 1994.

Setelah setahun di London, beliau menetap di Paris, Perancis dan bertemu produser Erick Benzi, yang kemudian membantunya menandatangani kontrak rakaman dengan Sony Music Perancis dan merakam album Perancis pertamanya, Au Nom de la Lune, pada tahun 1996.

Pada akhir tahun 1997, Anggun membuat sejarah untuk menjadi artis Asia pertama untuk menembusi muzik antarabangsa dengan merilis album antarabangsa pertamanya Snow on the Sahara di Eropah, Asia, dan Amerika. Album ini menghasilkan hit terbesar nya to-date, "Snow on the Sahara".
Malaysia mengklaim artis nasional Indonesia, Anggun C. Sasmi, sebagai artis yang berasal dari negara mereka.
Padahal, data Profil dari Anggun C. Sasmi adalah, Anggun lahir di Jakarta, 29 April 1975. Anggun dikenal sebagai penyanyi Indonesia yang go international dan saat ini bermukim di Prancis. Anggun yang besar di Indonesia itu sejak kecil telah memiliki bakat bermusik.

Di usia sembilan tahun, dirinya telah menciptakan lagu dan menginjak 12 tahun, mulai merekam album rock pertamanya. Album berjudul DUNIA AKU YANG PUNYA (1986) tersebut diorbitkan oleh musisi Ian Antono dan diedarkan oleh Blackboard Records.

Mahathir: Kami Akan Ambil Lebih Banyak Dari Indonesia

Menanggapi seringnya Malaysia mengklaim dan mencuri budaya Indonesia, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Muhamad justru mendukungnya. Pernyataan itu disampaikan Mahathir, karena menurutnya, Malaysia adalah negara peniru.

Ucapan tersebut disampaikan Mahathir di sela-sela kunjungannya ke Jakarta. "Malaysia adalah negara yang suka meniru, kami tidak punya ide, jadi meminjam," ucap Mahathir, di Jakarta, Senin (14/4/2014).


"Kami tiru Indonesia, ada sesuatu yang menarik dengan Indonesia, sehingga warga Malaysia belajar di Indonesia," tuturnya, seperti dilansir dari laman Okezone.com.

Tidak hanya Indonesia, menurut Mahathir, sejumlah negara juga kerap ditiru Malaysia. Negara tersebut antara lain Jepang dan Korea Selatan. Mahathir menegaskan bila ada unsur yang tidak baik yang tidak bisa dipelajari untuk Malaysia, maka Negeri Jiran ini akan menolaknya.

Di akhir pernyataannya, Mahathir menyatakan Indonesia adalah negara yang sangat besar dan kaya dengan budaya dan adat istiadat, bukan tidak mungkin dimasa depan akan lebih banyak lagi budaya, adat istiadat dan keberhasilan Indonesia yang akan mereka klaim, selama itu menguntungkan bagi Kerajaan Malaysia.

"Tentu saja kami akan selalu mencontoh Indonesia, negara yang besar (Indonesia) ini memiliki begitu banyak kekayaan yang tak pernah dijaga dengan baik, bukan suatu kesalahan jika kami mengambilnya dan memeliharanya sendiri untuk diri kami, daripada lenyap ditelan zaman," kata Mahathir dengan tegas.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad saat mengunjungi Indonesia dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo. (Foto: Tempo.co)
Mahathir Muhammad juga memastikan, bahwa Malaysia akan selalu memperhatikan Indonesia sampai kapanpun. Dan disaat Indonesa lengah dalam menjaga wilayah, adat istiadat, budaya, dan kekayaannya, Malaysia akan selalu hadir di tengah celah kelemahan itu dan mengambilnya.

"Malaysia saat ini lebih kecil dibanding Indonesia, tapi di masa depan kami akan lebih kuat dan memperluas wilayah kami di kawasan ini, ada masanya nanti Indonesia akan mengikuti kami dari belakang, jika mereka tidak bisa menjaga apa yang sudah dimiliki (Indonesia) saat ini," tutup Mahathir.

Rakyat Indonesia sudah beberapa kali dibuat geram dan marah karena ulah Malaysia yang sering mengklaim sesuatu yang sebenarnya merupakan milik Indonesia menjadi milik mereka. Sebut saja makanan khas Indonesia rendang dan lagu khas Indonesia Rasa Sayange, Reog Ponorogo, Tari Pendet, dan lain-lain.


Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, dua pulau milik Indonesia yang berhasil dikuasai Malaysia dan diklaim sebagai wilayahnya atas bantuan dunia internasional.

Bukan hanya budaya dan adat istiadat Indonesia yang mereka klaim dan curi, Malaysia juga sebelumnya mampu mencuri dan merebut wilayah Indonesia, yaitu Pulau Sipadan dan Ligitan menjadi wilayah mereka di saat Indonesia sedang lengah akibat kerusuhan politik tahun 1998-1999 lalu. (fg)

*Dari Berbagai Sumber

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks