Load more

Inilah Bahaya Memakan Ikan Lele Bagi Kesehatan

Shares ShareTweet
Masyarakat disarankan untuk hati-hati dalam mengonsumsi ikan Lele. Karena dari hasil penelitian membuktikan bahwa ikan Lele adalah jenis ikan yang banyak mengandung bakteri yang berbahaya bagi tubuh. (Foto: istimewa)
Di Indonesia siapa yang tidak mengenal ikan Lele. Ya, ikan yang satu ini sudah seperti makanan rakyat di Indonesia, selain harganya murah dan memiliki daging yang cukup tebal, ikan Lele juga sangat mudah dipelihara dan dikembangbiakkan dibandingkan ikan konsumsi jenis lainnya.

Lele satu diantara tipe ikan yang kaya protein hewani juga dapat diolah menjadi berbagai macam menu makanan. Dan yang paling terkenal tentunya menu Pecel Lele yang dapat dijumpai hampir di sepanjang jalan di kota-kota besar di Indonesia pada malam hari, karena harganya sangat murah dan tentu saja sangat enak.


Namun, perlu diketahui, Meskipun enak dan murah, Lele adalah ikan paling kotor di antara jenis ikan yang lain yang sering dikonsumsi oleh manusia. Ada sejumlah alasan yang mendasarinya, diantaranya yaitu:

1. Ikan Lele Senang Hidup di Tempat Kotor


Berbeda dengan jenis ikan lain yang sangat membutuhkan suasana lingkungan air bersih untuk menunjang kehidupannya, ikan Lele justru semakin cepat berkembang biak jika ditempatkan dalam lingkungan air kolam yang kotor. 


Oleh karena itu, di Indonesia sering dijumpai peternak ikan Lele biasanya menempatkan kandang ayam atau kandang hewan lainnya di atas kolam pemeliharaan ikan Lele, dengan tujuan agar kotoran ayam atau hewan lain tersebut bisa langsung dimakan oleh ikan Lele yang diternak di bawahnya.

Walaupun harus diakui tidak semua peternak Lele di Indonesia memelihara ikan tersebut di kolam kotor atau memberikan umpan dari kotoran hewan lain. 


Sejumlah peternak Lele yang menjalankan usahanya dengan jujur dan profesional memberikan makanan Lele dengan umpan pelet ikan buatan pabrik, namun masyarakat dihimbau tetap harus hati-hati mengkonsumsi ikan ini.
Ikan Lele cepat tumbuh dan berkembang biak di lingkungan air kotor. (Foto: Istimewa)
Sedangkan di negara lain, seperti China misalnya, biasa memelihara Lele di bawah kandang Babi, karena diyakini kotoran Babi akan cepat membantu pertumbuhan ikan Lele sehingga lebih cepat untuk dipanen. 

Selain itu mereka juga sering memberikan peliharaan Lelenya dengan bangkai hewan yang sudah mati, seperti bangkai Ayam yang didapat dari sejumlah peternakan di China.

Zhang Ri-hong, seorang peternak Ikan Lele dari China mengaku mampu memanen ikan Lele dengan ukuran jumbo hanya dalam waktu tiga bulan. Ikan Lele tersebut biasanya akan dipasok ke sejumlah pabrik makanan yang terdapat di negara itu. 


Di Provinsi Hainan tepatnya di Haikou, China, terdapat para penjual ikan Lele yang hampir memenuhi sepanjang jalan kota itu. Ikan Lele menjadi makanan pokok di sana karena harganya sangat murah. Namun, di kota itu juga kerap timbul penyakit akibat memakan ikan Lele.

Hal ini dibuktikan oleh sejumlah wartawan dan pegawai dari departemen perikanan setempat yang menelusuri tentang ikan ini. Beberapa wartawan mengambil sampel tambak dari tujuh kolam yang memelihara Lele. Ketujuh tambak ini semuanya dikelilingi oleh kandang Ayam dan Babi, tengah di dalam tambak ini ada beberapa tumpukan sampah.


Hasil penelitian yang dilakukan membuktikan banyaknya timbul penyakit di Provinsi Hainan memang disebabkan oleh daging ikan Lele yang biasa dikonsumsi penduduk kota tersebut.

2. Ikan Lele Senang Mengkonsumsi Limbah dan Kotoran


Ikan Lele adalah jenis ikan yang gemar mengonsumsi kotoran hewan lain. Oleh karena itu, di sejumlah desa di Indonesia biasa memberikan makanan ikan Lele dari kotoran Ayam atau kotoran Sapi. 


Bukan hanya itu, bahkan Ikan Lele juga sering diberikan kotoran manusia dengan membangun jamban atau kakus di atas kolam pemeliharaan Ikan Lele. Alasannya, tentu saja itu dilakukan karena ikan Lele sangat mudah besar dan gemuk di kolam kotor dan jika diberikan makanan dari kotoran hewan lainnya.
Bakteri yang terdapat dalam ikan Lele. (Foto: Istimewa)
Padahal, menurut data kesehatan, jika Ikan Lele memakan kotoran hewan lain atau kotoran manusia, maka segala penyakit, bakteri atau kuman yang terdapat di dalam kotoran itu juga akan ikut masuk dan berkembang biak di dalam daging ikan Lele tersebut.

Beberapa waktu lalu terdapat kabar pernah seseorang dokter mengaku mendapati pasiennya yang merupakan seorang pengusaha ikan Lele di Yogyakarta, beserta Ayah, istri dan anaknya terkena penyakit thyroid, dengan kondisi sudah membengkak dan infeksi. 


Beberapa gejala yang didapat saat itu diantaranya seperti: leher bawah bengkak, di sekitaran leher terdapat benjolan seperti tumor, bola mata seperti ingin keluar, panas di sekitaran leher, dan sering batuk di malam hari.

Setelah sang dokter melakukan penelitian dan diagnosa, ternyata keluarga tersebut sering mengkonsumsi Ikan Lele. Kemudian dari hasil penelitian di sebuah Laboratorium di daerah Pluit, Jakarta, didapati bahwa ikan Lele mempunyai kandungan 'racun gampang' apabila digoreng. 

Hal ini dibuktikan, jika menggoreng ikan Lele, maka minyak goreng yang digunakan akan sangat mudah sekali berwarna hitam pekat, sekalipun awalnya minyak goreng yang digunakan berwarna jernih.

Selain itu, pada daging ikan Lele terdapat kandungan 3000 sel kanker yang memiliki peluang merusak tubuh jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama oleh manusia.

3. Ikan Lele Mengandung Merkuri


Ikan Lele yang dipelihara di tempat yang tidak bersih, akan lebih cepat menyerap kandungan mercuri di dalam dagingnya. Seperti diketahui mercuri adalah zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

4. Ikan Lele Mengandung Banyak Bakteri Berbahaya


Lele adalah ikan yang bisa berkembang biak pada perairan yang keruh dan sedikit oksigen. Bahkan ada peternak lele yang menempatkan kolam lele di sekitar kandang ayam.

Hal ini lakukan sebab Lele merupakan ikan yang bisa mengkonsumsi kotoran ayam bahkan kotoran manusia sehingga melancarkan usaha ternaknya.

Lele adalah jenis ikan yang sangat senang mengonsumsi kotoran hewan lain dan berkembang biak di lingkungan air kotor. (Foto: Istimewa)
5. Fiqih: Ikan Lele Termasuk Jenis Hewan Menjijikkan

Hukum Fikih dalam agama Islam menghalalkan segala jenis ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air asin. Tidak terkecuali juga untuk Ikan Lele yang Halal untuk dikonsumsi. 


Namun, khusus untuk ikan Lele ada sebuah catatan yang diberikan, bahwa ikan Lele jika dilihat dari bentuknya dan kebiasaannya hidup dilingkungan yang kotor, maka ikan Lele sering dimasukkan dalam kategori hewan yang menjijikkan (Jallalah). 

Padahal setiap umat Islam dilarang mengonsumsi segala jenis makanan yang menjijikkan dan kotor.

Oleh karena itu menjadi catatan dan pengingat bagi kita semua untuk berhati-hati mengonsumsi ikan Lele. Ingatkan keluarga, teman dekat, handai taulan untuk masalah ini. 


Selain itu, sebagai customer yang bijak anda harus dan selalu siaga, apakah ikan Lele yang dimakan itu baik dan sehat atau tidak? Dan apakah sebelumnya di goreng ikan tersebut dibersihkan dengan benar atau tidak?

Jika anda merasa ragu lebih banyak jangan mengonsumsi Ikan Lele, dan jika pun sudah begitu senang dengan Ikan Lele, dianjurkan untuk mengonsumsi dalam jumlah yang terbatas.


Sangat disarankan jika membeli ikan Lele hidup di pasar, agar dikarantina atau didiamkan dulu ikan Lele tersebut di dalam ember atau bak dengan air bersih selama minimal tiga hari, agar kotoran yang dimakan ikan Lele tersebut bisa keluar dari perutnya, dan ikan Lele pun lebih aman untuk dikonsumsi.
Minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng ikan Lele biasanya akan lebih cepat menghitam. (Foto: Istimewa)
Apalagi bagi anda yang beragama Islam, kebersihan dan kesehatan sebuah makanan yang dikonsumsi sangat menentukan apakah ibadah lainnya yang anda lakukan akan diterima oleh Allah atau tidak. 

Islam memberikan aturan yang sangat ketat mengenai makanan, dan mewajibkan setiap ummatnya untuk mengonsumsi makanan yang sehat, bersih, dan halal. (fg)

*Dari Berbagai Sumber

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks