Load more

Presiden Brazil Dikhianati dan Dikudeta Wakilnya Sendiri

Shares ShareTweet
Demonstrasi warga Brazil menuntut Presiden Brazil Dilma Roussef mundur dari jabatannya. Pres­iden Brazil, Dilma Rousseff dikhianati dan ditipu oleh Wakil Presiden Michel Temer, dalam kudeta politik yang mengancam pemerintahannya. (ilustrasi)
“Jika ada keraguan tentang pengkhianatan bahwa kudeta tengah berlangsung, maka sekarang sudah jelas. Kini, secara terbuka dan di siang bolong, mereka berkonspirasi untuk menggulingkan pemerintahan yang sah ini,''
BRAZILIA -- Prahara politik sedang mengguncang negara terbesar di Ameriks Latin, yaitu Brazil. Sang Pres­iden Brazil, Dilma Rousseff saat ini berada dalam ancaman kudeta yang dilakukan kekuatan partai-partai politik yang berseberangan. Ironisnya kudeta tersebut dikomandoi oleh wakil Presiden yang sebelumnya menjadi rekan kerja Dilma.

Majelis Rendah Negeri Samba siap untuk melakukan voting pada Minggu 18 April 2016 untuk mengusulkan pemakzulan itu ke Senat. Jika jadi dimakzulkan, Rousseff mau tidak mau harus menyerahkan jabatannya kepada Wakil Presiden Michel Temer.

Sehari setelah komite Kongres Nasional Brasil memutuskan melakukan impeachment, akhirnya Pres­siden Dilma Rousseff angkat bicara.

Perempuan 68 tahun itu menyamakan impeachment dengan kudeta terhadap pemerintahannya. Dia menuding Wakil Presiden Michel Temer sebagai pengkhianat dan dalang di balik kudeta.

“Jika ada keraguan tentang pengkhianatan bahwa kudeta tengah berlangsung, maka sekarang sudah jelas. Kini, secara terbuka dan di siang bolong, mereka berkonspirasi untuk menggulingkan pemerintahan yang sah ini,'' ujar Rousseff di hadapan para pendukungnya, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (13/4/2016).


Temer dan partainya, Partai Gerakan Demokratik Brasil (PMDB), adalah pendukung impeachment terhadap Rousseff. Menjelang keputusan tersebut, PMDB juga telah menarik dukungannya terhadap pemerintah.

Tidak lagi berkoalisi dengan Partai Pekerja Brasil akan membuat PMDB lebih leluasa mengegolkan pemakzulan. Bisa dipastikan, Camara dos Deputados alias DPR Brasil akan merestui impeachment. Dari Camara dos Deputados, opsi impeachment akan bergulir ke Senado Federal.

Nantinya Senado Federal alias majelis tinggi Brasil yang menentukan nasib Rousseff. Apabila, impeachment sukses, Rousseff harus lengser. Dibutuhkan sedikitnya 342 suara untuk membawa rekomendasi Majelis Rendah ke Senat.

Dilma Rousseff, Michel Temer, dan mantan Presiden Brazil Lula da Silva sesaat setelah memenangkan pemilu presiden Brazil. (Foto: Istimewa)
Rousseff dituduh melanggar undang-undang fiskal untuk menutupi buruknya keuangan negara saat dirinya terpilih sebagai presiden periode kedua pada 2014. Survei terakhir dari Majelis Rendah menunjukkan 298 dari 513 orang setuju membawa rekomendasi pemakzulan ke Senat. Sedangkan 119 menolak serta 96 lagi menyatakan abstain.

Saat ini masyarakat Brazil telah terpecah menjadi dua blok. Kubu oposisi dikabarkan akan menggelar aksi-aksi demonstrasi anti pemerintah di 17 negara bagian. Namun pendukung pemerintah juga telah merancang aksi-aksi tandingan.

Rezim Anti-Amerika Serikat


Perang kepentingan internasional melawan kepentingan nasional tengah terjadi di Brazil. Brazil adalah pemilik cadangan minyak terbesar yang disebut 'pre-salt deposits', dan kebijakan presiden Brazil sebelumnya Lula da Silva yang sosialis dan anti Amerika Serikat membuat banyak imperialis asing tidak mendapatkan kesempatan untuk mendekati cadangan minyak Brazil yang menggiurkan tersebut.

Seperti dilaporkan The Guardian, Kamis (17 Maret), demonstrasi besar-besaran menentang regim penguasa terjadi hari Rabu petang di Sao Paulo, BrasĂ­lia, Belo Horizonte dan kota-kota besar lainnya, menyusul beredarnya rekaman pembicaraan Presiden Rousseff dan Lula Da Silva.

Pada tanggal 4 Maret lalu Da Silva ditangkap di rumahnya di pagi hari oleh polisi bersenjata lengkap. Bersama istrinya ia digelandang dengan kendaraan tanpa identitas ke bandara untuk diinterogasi selama sembilan jam. 


Dan semuanya ditayangkan dengan luas di media-media massa Brazil dan dunia. Perlakuan ini dianggap sangat tidak manusiawi, mengingat Da Silva adalah mantan presiden yang dihormati tidak saja di negaranya, juga di masyarakat internasional.

Lula da Silva adalah salah satu pemimpin Brazil yang berhasil membangun negaranya. Di tangannya Brazil menjadi kekuatan ekonomi global yang diperhitungkan. Dengan menggandeng perusahaan-perusahaan konstruksi nasional dan Petrobras, Brazil bisa melakukan pembangunan infrastruktur besar-besaran tanpa harus berhutang kepada asing.

Terpilihnya Da Silva tahun 2002, dianggap sebagai bencana oleh sejumlah negara kapitalis terutama Amerika Serikat. Terlebih setelah ia membawa Brazil, negara besar dengan kekayaan alam melimpah, condong ke kelompok BRICS (Brazil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan) yang menjadi seteru abadi Amerika Serikat.

Mantan Presiden Brazil Lula da Silva menangis di hadapan para pendukungnya saat ditangkap dan dilakukan secara tidak hormat oleh kepolisian setempat. (Foto: Istimewa)
Diyakini regim neoliberalisme internasional menginginkan perubahan kekuasaan di Brazil, dari kelompok 'kiri' (sosialis) ke kelompok 'kanan'. Karena itu tokoh partai penguasa Worker's Party dan mantan Presiden Lula Da Silva, diperlakukan semena-mena. Tujuannya adalah menjatuhkan regim penguasa yang saat ini dipimpin 'murid' Da Silva, Dilma Rousseff.

Selama dua dekade terakhir dunia menyaksikan munculnya kekuatan kelompok-kelompok 'kiri' di panggung kekuasaan di Amerika Selatan. Ada Hugo Chavez yang berkuasa di Venezuela, diikuti oleh penggantinya Maduro. Ada Morales yang berkuasa di Bolivia. Ada Fernandez yang berkuasa di Argentina, dan Lula da Silva serta Dilma Rousseff di Brazil.

Akhir-akhir ini dunia menyaksikan fenomena tumbangnya tokoh-tokoh 'kiri' tersebut. Fernandes telah tumbang, Maduro terancam dipecat oleh parlemen yang dikuasai oposisi, juga Morales yang gagal mendapatkan hak untuk memperpanjang kekuasaannya.

Sekarang giliran Dilma Rousseff yang menjadi sasaran tembak kekuatan imperialis, sepertinya juga akan terlempar dari tampuk kekuasaanya.(fg)

Sumber: JPNN / Okezone.com

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks