Load more

Melihat Indonesia dalam Pandangan Rakyat China

Shares ShareTweet
Hubungan Indonesia dan China terjadi pasang dan surut. Sempat sangat dekat, renggang, bahkan kini kembali memanas (Gambar ilustrasi: Istimewa)
"Indonesia itu Bali", "Bali berada di Indonesia", sebagian beranggapan Indonesia aman dikunjungi, sebagian lagi mengatakan tidak aman, sebagian besar mengaku tidak tahu."
Hubungan antara Indonesia dengan Republik Rakyat China (RRC) dalam perkembangan sejarah penuh dengan dinamika. Pernah begitu dekat saat Indonesia mencetuskan poros Jakarta-Moskow-Peking, dan bahkan pernah mengalami kemunduran pada masa awal Orde Baru.

Hubungan kembali memanas saat konflik 1997-1998 yang saat itu banyak menyasar etnis China. Bahkan oleh pemerintahan Beijing sempat dituduh sebagai gerakan pemusnahan etnis China di Indonesia.

Kini yang menjadi sorotan oleh masyarakat Indonesia adalah. Pertama, hadirnya salah satu tokoh dari keturunan China atau Tionghoa yang penuh kontroversi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang saat ini menjadi gubernur incumbent DKI Jakarta. Ahok berusaha menempuh jalur independen untuk memperpanjang masa jabatannya di DKI Jakarta 1.

Keputusan Ahok tersebut mendapatkan berbagai macam tanggapan dari masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra. Bahkan tanggapan terkeras datang dari sebagian masyarakat yang masih kurang mempercayai etnis Tionghoa untuk memegang jabatan penting di Indonesia.


Sorotan yang kedua adalah tindakan kapal perang pemerintah China yang kembali melanggar kedaulatan Indonesia di perairan kepulaun Natuna. 

Kapal perang China berusaha menyelamatkan para nelayan China saat sebuah kapal nelayan China melakukan pencurian ikan di Zona Ekonomi Ekslusif Kepulauan Natuna.

Tindakan angkatan perang China tersebut mendapat kecaman keras dari pemerintah Indonesia. Bahkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berjanji akan memperkuat kehadiran militer di pulau Natuna.
Sebuah meme yang dibuat rakyat menyikapi sikap Ahok. Sebagian kalangan menganggap kontroversi yang terjadi lebih didasari oleh sikap Ahok yang dianggap kasar dan tidak bermoral. Sikap Ahok tersebut dikhawatirkan akan kembali meningkatkan sikap anti-China dari mayoritas rakyat Indonesia (Gambar: Facebook)
Kenapa Keturunan China Jadi Korban?

Lalu bagaimana sebenarnya pandangan rakyat China mengenai Indonesia, di tengah kondisi hubungan Indonesia - China yang dipenuhi intrik diplomasi tak menentu. Seperti dilansir dari Republika, berikut setidaknya sedikit komentar rakyat China mengenai Indonesia

"Indonesia itu Bali", "Bali berada di Indonesia", sebagian beranggapan Indonesia aman dikunjungi, sebagian lagi mengatakan tidak aman, sebagian besar mengaku tidak tahu." 

Demikian salah satu hasil pejajakan pengetahuan orang China mengenai Indonesia, yang dilakukan mahasiswi China Huang Mengjiao. 

Perempuan berusia 21 tahun tersebut melakukan survei terhadap 115 responden yang terbagi dalam dua kelompok, warga China yang sudah pernah datang ke Indonesia dan yang belum pernah berkunjung.

Kesimpulan survei mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia pada Universitas Bahasa Asing Beijing (BFSU) tersebut menyatakan, masih banyak orang China yang kurang mengenal Indonesia secara utuh.

Dalam diskusi bertajuk Indonesia dari Sisi Pandang Cina, yang diselenggarakan KBRI Beijing dan Perhimpunan Mahasiswa-Pelajar Indonesia Cina (Permit) Beijing bahkan terungkap fakta klasik terkait pandangan orang Cina tentang Indonesia.

Generasi muda China, bahkan ada yang mewarisi pengetahuan serta pengalaman psikologis orang tua, kakek neneknya, tentang peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) dan peristiwa Mei 1998, dimana akibat peristiwa politik itu, banyak warga keturunan Cina yang eksodus ke Cina, dan beberapa negara.

Diana Hudin, mahasiswi Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Tsinghua, Beijing, mengatakan pihaknya kerap mendapat pertanyaan dari rekan kuliah dan dosen tentang peristiwa Mei 1998. 
Pasukan China di Laut China Selatan, China semakin memperkuat klaimnya di seluruh Laut China Selatan, bahkan klaim tersebut juga menyasar sebagian perairan Indonesia (ilustrasi)
"Mereka kerap bertanya tentang kenapa peristiwa Mei 1998 terjadi, mengatakan warga keturunan China menjadi korban, amankah Indonesia bagi kami. Karena bagi mereka warga keturunan China di Indonesia, tetapi bagian dari masyarakat Cina," ungkap Diana yang warga keturunan China.

Hal senada diungkapkan Gery, mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Universitas Bahasa Asing (BFSU), yang mengatakan, "Persepsi China tentang Indonesia masih terkait peristiwa 1998, terlebih mereka tidak pernah tahu perkembangan politik terkini Indonesia, khususnya terkait warga keturunan China".

"Jika persepsi atau citra yang kurang bagus masih melekat di masing-masing masyarakat kedua negara, bagaimana hubungan dan kerja sama yang dijalin Indonesia-China dapat berjalan maksimal," katanya.

Christine, mahasiswi Indonesia di Universitas Peking menambahkan,"meski Indonesia dan China telah menjadi mitra strategis komprehensif, citra dan persepsi kurang baik antara masyarakat kedua pihak, masih belum berubah secara signifikan". (fg)

Sumber: Republika.co.id

Tags

Shares ShareTweet
advertisement iklan

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.

Editor Picks